Emas Juaranya, Ini 5 Investasi yang Cocok untuk Jangka Panjang

Jika kamu sedang mencari investasi yang cocok untuk jangka panjang, kamu pasti sering mendengar nama emas bersanding dengan berbagai instrumen populer lainnya.

Tidak heran, banyak orang ingin punya aset yang bukan hanya tumbuh dari waktu ke waktu, tapi juga aman dan bisa diwariskan. Ketika membahas pilihan terbaik untuk investasi emas jangka panjang, selalu muncul pertanyaan, apa saja instrumen yang benar-benar layak disimpan bertahun-tahun? Yuk, cari tahu bersama di artikel ini.

Apa Itu Investasi Jangka Panjang?

Dilansir dari Sun Life Indonesia, investasi jangka panjang adalah strategi menempatkan dana pada instrumen tertentu dengan tujuan disimpan lebih dari 5 tahun.

Beberapa orang memilih 10-15 tahun untuk mendapat return yang lebih maksimal. Fokus utamanya bukan sekadar cuan cepat, tapi pertumbuhan nilai aset yang stabil dan konsisten.

Keuntungan investasi jangka panjang biasanya terasa lebih besar karena kamu menikmati efek compounding, toleransi terhadap fluktuasi jangka pendek, dan potensi capital gain yang terus meningkat seiring bertambahnya waktu.

Instrumen investasi jangka panjang biasanya memiliki karakter stabil, risiko rendah hingga moderat, dan fundamental kuat. Contohnya adalah emas batangan, saham perusahaan besar, reksa dana indeks, obligasi pemerintah, atau properti.

Strategi investasi jangka panjang juga cocok untuk kamu yang ingin menyiapkan dana pensiun, pendidikan anak, atau membangun aset keluarga.

Jenis Investasi Jangka Panjang

Setelah memahami prinsip dasarnya, sekarang saatnya melihat instrumen apa saja yang paling solid untuk disimpan bertahun-tahun. Dilansir dari brights.id, berikut beberapa investasi yang cocok untuk jangka panjang:

1. Emas Batangan

Emas selalu menjadi primadona ketika membicarakan investasi emas jangka panjang. Nilai emas selalu naik dan permintaannya terus stabil dari tahun ke tahun.

Data historis menunjukkan bahwa harga emas naik sekitar 146% dalam lima tahun terakhir, dari kisaran Rp670.000 per gram menjadi lebih dari Rp1.600.000 pada awal tahun 2025.

Rata-rata pertumbuhan harga emas pun mencapai sekitar 19% per tahun. Karena itu, emas adalah salah satu aset konservatif paling kuat untuk jangka panjang.

Emas juga sangat likuid sehingga kamu bisa menjualnya kapan saja di tempat resmi seperti Antam, Pegadaian, Galeri 24, atau platform yang menawarkan proses buyback transparan seperti Beli Emas Indonesia.

Keunggulan emas adalah sifatnya yang melindungi nilai uang saat inflasi melonjak, sehingga cocok sebagai pondasi portofolio jangka panjang. Pastikan kamu membeli emas dari tempat tepercaya dan menyimpan sertifikatnya dengan baik agar nilai jual tetap optimal.

2. Saham Blue Chip

Jika kamu mencari aset investasi jangka panjang dengan potensi pertumbuhan agresif, saham blue chip bisa jadi pilihan.

Saham perusahaan besar seperti perbankan, telekomunikasi, atau konsumer biasanya menunjukkan pertumbuhan stabil dalam sepuluh hingga dua puluh tahun.

Indeks LQ45 misalnya, dalam jangka panjang menghasilkan return rata-rata sekitar delapan hingga dua belas persen per tahun. Saham juga memberikan dividen yang dapat menambah pemasukan pasif kamu selama menyimpannya.

3. Reksa Dana Indeks

Reksa dana indeks cocok untuk kamu yang ingin investasi jangka panjang tetapi tidak ingin repot menganalisis saham satu per satu.

Return indeks IHSG dalam jangka panjang berkisar di delapan hingga sepuluh persen per tahun. Dengan biaya pengelolaan yang rendah dan diversifikasi otomatis, instrumen ini membantu kamu menikmati pertumbuhan pasar tanpa upaya berlebih.

4. Obligasi Pemerintah (SBN)

Surat Berharga Negara seperti ORI atau SBR termasuk investasi jangka panjang yang aman karena dijamin pemerintah. Kuponnya stabil dan dibayarkan rutin setiap bulan atau setiap tiga bulan.

Dalam 5-10, kamu bisa menikmati imbal hasil tetap sekaligus menjaga nilai modal kamu dari inflasi. SBN cocok untuk kamu yang ingin pendapatan pasti tanpa risiko fluktuasi yang besar.

5. Properti

Properti adalah instrumen investasi jangka panjang yang menawarkan dua keuntungan sekaligus, yaitu kenaikan nilai aset dan potensi pendapatan sewa. Harga properti di kawasan berkembang biasanya naik antara tujuh hingga dua belas persen per tahun.

Walaupun membutuhkan modal lebih besar, properti dapat menjadi aset nyata yang kuat untuk jangka panjang, terutama jika kamu memilih lokasi yang strategis.

Cara Memaksimalkan Return Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang bukan hanya soal memilih aset yang tepat, tapi juga soal strategi yang disiplin dan konsisten. Berikut beberapa tips agar return investasimu semakin maksimal:

1. Investasi Secara Konsisten

Biasakan rutin menambah aset, baik saat harga sedang naik maupun turun. Pola ini membantu meratakan harga beli dan menurunkan risiko salah timing.

2. Sesuaikan dengan Profil Risiko dan Tujuan Keuangan

Setiap orang punya toleransi risiko yang berbeda. Pastikan instrumen investasi yang kamu pilih selaras dengan target jangka panjang, misalnya untuk dana pensiun atau pendidikan.

3. Diversifikasi untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio

Jangan menaruh semua dana di satu instrumen. Kombinasi emas, saham, obligasi, atau reksa dana akan menjaga portofolio tetap stabil saat pasar berubah.

4. Hindari Panic Selling di Fase Penurunan Harga

Fluktuasi adalah hal biasa dalam dunia investasi. Investor jangka panjang biasanya memperoleh hasil terbaik karena tetap bertahan saat pasar bergejolak.

5. Optimalkan Emas Batangan sebagai Aset Jangka Panjang

Jika emas menjadi pilihan utama, beli di tempat tepercaya dan simpan minimal lima hingga sepuluh tahun. Untuk proses jual, gunakan platform yang menyediakan pengujian kadar modern seperti Beli Emas Indonesia agar harga buyback lebih kompetitif dan transaksinya transparan.

Itu dia beberapa pilihan investasi jangka panjang yang bisa kamu pertimbangkan. Pastikan kamu memahami karakter, cara kerja, potensi keuntungan, serta risikonya masing-masing sebelum mulai menaruh dana. Happy invest!

Scroll to Top